10 Tips Menyimpan ASIP bagi Ibu Karir



Kita sudah sangat familiar dengan ASI atau Air Susu Ibu. Namun masih asing dengan istilah ASIP yang merupakan kepanjangan dari Air Susu Ibu Perah, artinya adalah susu ibu yang diperah terlebih dahulu sebelum diminumkan ke bayi. Trend ASIP ini mulai muncul setelah seorang ibu yang bukan hanya berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga saja melainkan juga bekerja atau berkarir. Maka dari itulah kemudian ada tips-tips menyimpan ASI yang tepat untuk menjaga kualitas ASI.

Pemberian ASI itu wajib untuk bayi yang baru lahir sampai dengan usia 2 tahun. Maka dari itulah tidak ada alasan bagi ibu untuk tidak memberikan ASI walaupun si ibu juga bekerja. Ada teknik ASIP yang bisa dilakukan, sehingga akan memberikan kecukupan ASI untuk bayi. Selain itu, latar belakang akan manfaat besar dari ASI sangatlah penting dan menjadi faktor yang paling hakiki bagi pemberian ASI eksklusif.

Bayi ASI akan memiliki kecerdasan yang lebih daripada bayi sufor atau susu formula. Ada kandungan alami di dalam ASI yang harus didapatkan oleh bayi. Maka dari itulah, dengan cara pemberian ASIP pun bayi akan tetap mendapatkan haknya minum ASI.

10 tips menyimpan ASI

Seharusnya bayi minum ASI langsung dari ibu, tetapi karena ibu berkarir, maka ASI bisa diperah dulu baru disimpan. Berikut adalah 10 tips menyimpan ASI yang paling direkomendasikan :

       Menggunakan wadah penyimpanan ASI yang khusus. Harus dalam keadaan bersih, steril, dan teruji klinis. Untuk mendapatkannya, kita bisa membeli di toko khusus perlengkapan bayi. Ada botol khusus untuk menyimpan ASIP. Selain berbentuk botol, juga berbentuk kantong plastik.

       ASIP bisa disimpan di kulkas khusus ASI atau di freezer agar bertahan lama, kurang lebih sebulan. Namun jika tidak punya kulkas atau freezer, ASIP bisa dibiarkan di tempat terbuka selama 6 jam maksimal. Selebihnya sudah basi dan tidak boleh diminumkan ke bayi.

       Mengatur suhu kulkas yang dipakai untuk menyimpan ASI secara tepat, yakni dengan mengaturnya di temperatur 4° Celcius.

       Jangan menaruh ASIP di kulkas bagian pinggir atau di dekat pintu. Letakkan di kulkas bagian dalam agar mendapatkan suhu maksimal.

       Mempersiapkan kertas label untuk ditempel. Namun sebelumnya ditulisi waktu pemerahan ASI, sehingga ibu bisa mengira-ngira mana yang akan didahulukan untuk diminum.

       Jangan mencampur ASIP baru dan lama. Ini dikarenakan perbedaan suhunya. Makanya diberi label kertas di tempat penyimpanan ASIP agar tidak tercampur.

       Tidak langsung meminumkan ASIP yang baru dikeluarkan dari kulkas ke bayi. Hal ini penting untuk mengembalikan suhu ASIP. Biarkan dulu 1 jam di suhu ruangan baru minumkan ke bayi.

       Menggoyangkan ASIP sebelum diminumkan untuk mencairkan ASIP yang beku. Namun jangan diaduk, karena akan merusak tekstur ASIP.

       Menentukan jumlah ASIP yang disimpan. Jangan sampai kurang dan berlebihan. Lihat kebiasaan takaran ASI yang biasa diminum bayi.


       Menjaga kesterilan ASIP setelah dieprah dengan tidak mengadak. Kontak langsung dengan tangan. Ini menghindari pencemaran bakteri dan kuman.

Pemberian teknik ASIP ini bukan hanya trend bagi ibu yang berkarir saja ,melainkan untuk semua ibu. Ini dikarenakan beberapa faktor, yakni :

       Bayi nglemboni (istilah dalam Bahasa Jawa yang berarti bayi banyak tidur dan susah dibangunkan, sehingga membuat ASI melimpah tidak terminum. Untuk menghindari payudara ibu membengkak, maka ASI akan diperah.
       ASI ibu banyak, namun bayi belum bisa minum secara langsung, karena dalam perawatan, atau puting ibu yang tidak sesuai dengan mulut bayi.
       ASI ibu belum keluar banyak, sehingga butuh untuk diperah dengan menggunakan pompa ASI.


Memerah ASIP itu tidak salah, karena menjadi alternatif untuk tetap memberikan ASI kepada bayi walaupun ibu harus bekerja atau faktor lainnya. Ada alat pompa bayi khusus, tempat kantong ASi, serta tempat penyimpanan yang khusus juga. Maka dari itulah tips-tips menyimpan ASI harus diperhatikan dengan benar untuk menjaga kualitas ASI. 


EmoticonEmoticon