Mau Beli Mobil Sedan Bekas? Perhatikan Dulu Tips-Tips Berikut Ini



Sedan adalah mobil dengan tiga kotak (ruang mesin, kabin penumpang, dan bagasi), dilengkapi dengan empat pintu, dan memiliki ruang duduk dua baris. Sedan ini berasal dari kata sedes/sedere yang berarti ‘untuk duduk’ dalam bahasa Latin. Masyarakat Indonesia masih memiliki minat untuk membeli mobil ini karena lebih nyaman dikendarai dibandingkan dengan mobil jenis SUV ataupun MPV.

Kelebihan mobil sedan diantaranya mobil ini memiliki kemampuan akselerasi dan top speed yang lebih cepat dengan desainnya yang lebih mungil dibanding jenis mobil lainnya. Tampilannya pun terlihat eksklusif karena rata-rata memiliki tampilan luar lebih sporty. Selain itu, disainnya lebih mewah dengan interiornya yang elegan dibalut dengan material berkualitas tinggi yang menjamin kenyamanan penumpangnya.

Namun, umumnya mobil sedan ini memiliki harga yang cukup fantastis. Hal ini tidak lepas dari kemewahan dan kenyamanan yang ditawarkan. Mobil sedan terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe dua pintu dan tipe 4 pintu. Setiap tipenya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mobil dengan harga 4 pintu biasanya memiliki harga yang lebih murah. Pintu dengan dua pintu biasanya dibanderol dengan harga mahal, seperti Toyota 86 yang berkisar di atas 500 jutaan.

Namun, untuk memiliki mobil sedan tidaklah harus mengeluarkan kocek yang besar. Kita bisa membeli mobil sedan bekas sebagai alternatif lain. Mobil sedan bekas sudah pasti dibanderol dengan harga yang relatif murah dari harga jual asalnya, tergantung tipe dan jenisnya. Namun, sebelum membeli mobil bekas, alangkah baiknya mempertimbangkan dulu beberapa hal.

Berikut ini adalah beberapa tips yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil sedan bekas.

     1.      Pilih Jenis Mobil yang Kita Inginkan
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah mengetahui jenis mobil sedan apa yang akan diincar. Jenis mobil ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu kompak (kecil), medium, dan premium. Harga jual sedan bekas kompak lebih mahal karena sifatnya yang fast moving. Sementara jenis premium harganya bekasnya akan sangat jatuh karena mobil ini tergolong jenis mobil yang boros bensin.

      2.      Kapasitas
Kapasitas mobil harus disesuaikan dengan kebutuhan. Jika kita masih single, kita bisa memilih mobil sedan dengan jenis kompak. Namun jika kita sudah berkeluarga, tidak menutup kemungkinan untuk membeli mobil jenis ini. Jenis medium ke atas bisa menjadi alternatif untuk mobil keluarga.

      3.      Cek Kaki Kaki Mobil
Selain mengecek mesin, mengecek kaki-kaki mobil juga perlu dilakukan.Karena mobil ini ground clearance-nya pendek, maka suspensinya harus dicek dengan teliti. Begitupun dengan kanpas rem dan pinggirannya. Jika mobil sedan yang kita inginkan sudah mencapai 40.000 km, maka kampas rem mobilnya harus diganti.

     4.      Selektif dalam memilih mobil
Selektif disini maksudnya kita harus benar-benar paham asal produksi mobil yang kita inginkan. Perawatan mobil sedan produksi Jepang relatif berbeda perawatannya dengan produksi mobil Eropa. Merawat mobil Eropa tidak bisa sembarangan, suku cadangnya pun mahal. Maka pemilihan produksi pun memang harus diperhatikan jika tidak ingin repot.

      5.      Perhatikan Kilometernya
Jumlah kilometer menjadi salah satu faktor penentu masa pakai mobil.  Semakin tinggi kilometernya, semakin menandakkan bahwa mobil ini sering dipakai. Semakin rendah jumlahnya, semakin jarang pula mobil itu dipakai.
Itulah beberapa tips dalam membeli mobil sedan bekas. Sebelum membeli, ada baiknya mencari banyak informasi perihal mobil yang diinginkan. Apalagi kini kamu bisa dengan mudah melihat beberapa referensi mobil yang mungkin sedang jadi incaranmu melalui internet. Pastikan tetap selektif memilih ya!

Ingin Instalasi dan Perangkat Listrik Industri Lebih Awet? Gunakan Alat Ini Secara Berkala!



Dalam sebuah instalasi listrik besaran atau industri, ada banyak perangkat yang terhubung satu sama lain. Jika salah satunya mengalami kerusakan atau penurunan daya kinerja, maka bisa mempengaruhi kondisi perangkat yang lain. Untuk itu agar instalasi serta perangkat listrik yang dimiliki selalu awet dan dapat bekerja lebih lama, dibutuhkan sebuah perangkat yang mampu digunakan sebagai tester maupun penyeimbang sehingga kerusakan yang akan terjadi dapat dideteksi lebih dini untuk segera dilakukan perbaikan.

Alat pengaman tersebut tak lain adalah Load Bank. Disebut juga sebagai mesin tester karena alat ini bisa digunakan sebagai penguji diesel, turbin atau generator. Caranya adalah dengan menggunakan alat ini sebagai tester setelah generator, turbin dan diesel dipakai selama 14.000 jam. Mesin ini dapat mengetahui penurunan kinerja alat-alat tersebut sehingga hasilnya bisa Anda gunakan untuk menentukan perawatan secara berkala. UPS dan batre yang digunakan sebagai energi cadangan saat listrik pusat tiba-tiba mati juga perlu diuji secara berkala menggunakan alat ini untuk mengetahui kinerjanya. Selain test pada mesin secara individu, Anda juga bisa menggunakan alat ini untuk mengetes sinkronisasi mesin-mesin kelistrikan saat digunakan secara bersama-sama tanpa mengganggu proses produksi.

Jika industri Anda belum memilikinya namun sudah menggunakan instalasi listrik dalam durasi yang cukup lama, maka Anda tak boleh tunggu lama lagi untuk mulai mencari persewaan mesin tester ini. Mesin ini memang tak harus dimiliki karena penggunaannya bisa dilakukan hanya pada waktu-waktu tertentu saja sehingga menyewa menjadi solusi yang lebih hemat. Mencari load bank terbaik maka Anda harus mencarinya di PT. Sewatama yang menyediakan berbagai perangkat kelistrikan termasuk mesin tester generator ini.

PT. Sewatama merupakan perusahaan yang menangani bidang energi listrik, instalasi serta pengadaannya yang bisa Anda percaya sebagai penyedia jasa persewaan kelistrikan terbaik. Jangan khawatir akan cara penggunaannya, karena di PT. Sewatama banyak tenaga ahli yang dapat memberikan konsultasi secara gratis termasuk pendampingan jika Anda menyewa mesin kelistrikan di PT. Sewatama sehingga manfaat dan kelancarannya lebih terjamin.


Kategori

Kategori